OBSESI MOCHTAR LUBIS DALAM NOVEL HARIMAU! HARIMAU!


https://erzuhedi.wordpress.com/?attachment_id=20

OBSESI MOCHTAR LUBIS

        DALAM NOVEL HARIMAU! HARIMAU![1]        

     Oleh: Erzuhedi  

      SMKN 9 PADANG

  Abstract

This research aims at finding and explaining Mochtar Lubis’obsession which is reflected on Harimau! Harimau! novel. The  method which is used in this research namely descriptive. Data in that novel be inventoried after that  analyzed such that with revert to appreciation of author’s psychology on literature as aspeck of it’s work base on analytic psychology theory. For collecting data taked technigue of literature study. The result of research is to reveal description Mochtar Lubis’obsession about leadership and marriage which is laid in that novel.

 Kata kunci: Obsesi Mochtar Lubis, Novel Harimau! Harimau!, Kepemimpinan dan Cinta Kasih 

Pendahuluan

Pada umumnya manusia memiliki obsesi, baik anak-anak maupun orang dewasa. Anak sekolah memiliki obsesi tentang mata pelajaran yang tidak disukainya. Mahasiswa memiliki obsesi tentang ujian yang akan dihadapinya. Pembunuh memiliki obsesi tentang kejahatan yang telah dilakukannya. Sastrawan memiliki obsesi tentang keadaan masyarakat, manusia, dan lingkungannya.

            Obsesi merupakan masalah kejiwaan yang begitu luas, kompleks, mengandung banyak misteri, dan hal-hal menarik sehinga selalu saja menantang manusia untuk mengadakan studi intensif terhadapnya. Luas dan kompleksitasnya tidak hanya disebabkan oleh tidak atau belum mampunya orang mengkuantifisir gejala-gejala obsesi; akan tetapi gejala-gejalanya juga bisa didekati dari bermacam-macam perspektif dan disiplin ilmu. Dokter, psikolog, pendidik, kritikus, politikus, dan lain-lain semuanya juga bisa menyajikan wawasan yang khas dan berbeda-beda mengenai obsesi.

            Keberadaan dan kepentingan obsesi berbeda bagi tiap-tiap orang.  Barangkali jika membicarakan obsesi orang biasa tentu kurang terlihat kepentingannya karena obsesinya lebih banyak dipengaruhi oleh kehidupan pribadinya. Tetapi jika membicrakan obsesi  seperti yang dimiliki  sastrawan, politikus, pemimpin masyarakat tentulah sangat besar terlihat kepentingannya. Karena obsesinya lebih banyak dipengaruhi oleh kehidupan masyarakat, manusia, dan lingkungannya.

            Gejala obsesi dapat dilihat dari sikap, tingkah laku, dan hasil karya seseorang. Perbedaan wadah gejala obsesi menyebabkan terjadinya perbedaan cara memahami dan menyelidikinya.  Ada secara langsung menyelidiki orangnya seperti melalui wawancara dan ada pula secara tidak langsung seperti melalui penyelidikan hasil-hasil karya yang berupa film, sandiwara, karya sastra, catatan, dan sebagainya.

            Dipandang dari sudut pengajaran sastra penyelidikan terhadap obsesi yang tercermin dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari Mochtar Lubis sebagai sastrawan tidak terlihat kaitan dan kepentingannya. Tetapi jika ditujukan terhadap obsesinya yang tercermin dalam novel-novelnya perlu dilakukan. Karena keberadaan dan kepentingannya besar sekali, baik terhadap bidang pendidikan dan pengajaran sastra maupun terhadap bidang ilmu lainnya. Penyelidikan obsesi Mochtar Lubis melalui novelnya tidaklah perlu terlebih dahulu mempelajari data biografinya. Karena tujuannya bukanlah melihat hubungan obsesi yang terdapat di dalam dunia objektif (dalam diri Mochtar Lubis) dengan yang terdapat di dalam dunia imajinatif (dalam novel Mochtar Lubis). Bila hal ini dilakukan kecendrungannya tentulah ke arah studi proses kreatif pengarangnya. Sedangkan yang dimaksud dalam  penelitian ini bukanlah demikian. Tetapi studi tentang obsesi MochtarLubis yang tecermin dalam novel Harimau! Harimau! caranya tentulah dengan memahami dan menyelidiki novelya.

            Mochtar Lubis sebagai salah seorang sastrawan yang lebih peka dari masyarakat lingkungannya sering dapat melihat ketimpangan sosial dari manusia lainnya. Dia menyaksikan tingkah laku masyarakat yang kurang beres dan menyajikannya dalam sebuah kesaksian yang bernama karya sastra, agar masyarakat memahaminya dan mau mengubah atau memperbaiki ketidakberesan.

Dalam hal ini, tugas wartawan adalah sebagai saksi zaman, sedangkan perbaikan dan perubahannya terserah kepada masyarakat itu sendiri.

            Sebagai manusia yang peka  dan mampu melihat sesuatu di balik permukaan, dia lebih banyak bertugas sebagai radar bagi masyarakatnya. Barangkali dia dapat membuat perubahan sosial dengan karya-karyanya, tetapi bukan itulah tugas utamanya. Sebagai manusia yang peka dia mudah tergugah oleh ketidakberesan manusia sehingga dia mudah gelisah dan dicekam obsesi. Karena itu, dia mesti mengungkapkannya sebagai bahan pelepas beban kegilasahannya.

            Yang menjadi masalah sehubungan dengan itu, tentulah  perlu dipikirkan Apa obsesi pengarang dalam novelnya. Atau setidak-tidaknya memikirkan sesuatu ilmu yang menggunakan pendekatan dan metode yang relevan untuk tujuan tersebut.

            Kegilisahan yang ditampilkan Mochtar Lubis dalam novelnya tentulah dimaksudkan untuk dibaca, dipahami dan diambil manfaatnya. Dengan kata lain, untuk mendapatkan perhatian bersama. Tidak dapat dipungkiri lagi perhatian itu pun sudah lama dicurahkan orang. Ada yang menitikberatakan pada unsur intrinsik dan ada pula yang menitikberatkan pada unsur ekstrinsik

            Perhatian terhadap unsur  intrinsik beserta penerapan dan metode kerjanya telah banyak diterapkan oleh kritikus sastra. Sedangkan perhatian terhadap unsur ekstrinsik belum mendapat tempat. Muhardi (1985, hal. iii)  menjelaskan bahwa tidak mendapat tempatnya mungkin karena prinsip-prinsip cara kerjanya masih belum terpahami. Untuk itu, perlu kiranyan diadakan ancangan yang dapat  memperhatikan unsur ekstrinsik dengan cara yang mudah dipahami.

            Penelitian sebelumnya yang ada hubungannya dengan ini pernah dilakukan oleh Jawalis Murad. Murad (1982) meneliti aspek-aspek psikologi yang terdapat dalam novel Harimau! Harimau!, Maut dan Cinta, dan Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis dengan menggunakan pendekatan objektif. Dari hasil penelitiannya terungkap bahwa terdapat aspek psiklogi takut, asosiasi seks, dan impotensi dari ketiga novel tersebut. Selanjutnya dia mengatakan bahwa sebenarnya masih banyak lagi aspek-aspek psikologi dalam ketiga novel tersebut dan di dalam novel-novel Mochtar Lubis lainnya.

            Penelitian ini mencoba membuktikan apa yang dikatakan oleh Jawalis Murad tersebut. Yaitu meneliti aspek obsesi Mochtar Lubis yang terdapat dalam novel Harimau! Harimau!

            Pentingnya obsesi Mochtar Lubis yang tercermin di dalam novel Harimau! Harimau! diteliti karena pengaruhnya sangat dominan, baik terhadap kesemua novelnya maupun terhadap pengarang dalam proses penciptaan dan pembaca dalam proses apresiasinya serta terhadap pendidik dalam pengajaran sastra di sekolah.

Metode Penelitian

Hoggar yang dikutip oleh Muhardi (1989, hal. 44) mengatakan bahwa psikologi dapat bekerja sama dngan pendekatan ekspresif dalam mempelajari dan menyelidiki sastra paling kurang dalam tiga bentuk. Salah satunya menyelidiki sifat-sifat dan karakter psikologi pengarang melalui sastra sebagai aspek kerjanya.

            Tentang sifat-sifat dan karakter psikologi pengarang dan sastra sebagai aspek kerjanya tentu banyak sekali macam dan ragamnya. Tidak mungkin menyeidiki dan membicarakannya dalam keterbatasan waktu dan tempat. Dengan demikian, untuk memfokuskan penelitian ini maka diambil saja aspek obsesi Mochtar Lubis yang terdapat dalam novel Harimau! Harimau!

            Begitu banyaknya permasalahan kehidupan yang menjadi obsesi Mochtar Lubis di dalam novel-novelnya, maka rumusan penelitian ini adalah adakah obsesi Mochtar Lubis yang tercermin di dalam novel Harimau! Harimau! mengungkapkan permasalahan kehidupan tentang, perkawinan, cinta kasih, persahabatan, kepemimpinan, kekeluargaan, perjuangan, dan agama?

            Penelitian ini penelitian deskriptif dengan langkah-langkah pengumpulan data, pengklasifikasian data, kesimpulan, dan pelaporan. Pendeskripsian maksudnya menjabarkan data-data yang diperoleh dalam analisis dengan menggunakan langkah kerja pendekatan ekspresif.

Populasi dalam penelitian ini yaitu novel Harimau! Harimau! karya Mochtar Lubis yang terbit tahun 1975. Teknik sampel yang digunakan purposive sampling, keinginan mengambil sampel menurut tujuan penelitian.

            Data dalam penelitian ini karya sastra yang menampilkan konflik-konflik cerita yang dapat dianggap sebagai penggambaran obsesi pngarangnya. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dari observasi terhadap naskah dengan menggunakan langkah kerja penndekatan ekspresif. Langkahnya dengan mengobservasi langsung terhadap naskah, dengan membagi atas beberapa tahap. Sebelumnya, dilakukan terlebih dahulu pembacaan teks secermat mungkin. Pertama, inventarisasi, yaitu mengumpulkan semua permasalahan yang terdapat di dalam novel Harimau! Harimau! Kedua, identivikasi, yaitu  mengelompokkan dan membandingkan semua permaslahan yang sama ke dalam kelompok kajian teori. Ketiga, interpretasi, yaitu memberi makna dan pengertian terhadap permasalahan yang menggambarkan obsesi Mochtar Lubis dalam novel Harimau! Harimau! Keempat, pembuktian dan penyimpulan, yaitu menguji serta merumuskan makna dan pengertian dengan bagian teks fiksi, guna pengukuhannya. Kelima, yaitu menulis hasil kesimpulan berdasarkan kaidah penulisan ilmiah.

 Hasil Penelitian

Berdasarkan teori yang digunakan dalam penelitian ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan penelitian, maka dari hasil penelitian ditemukan dua permasalahan kehidupan yang merupakan penggambaran obsesi Mochtar Lubis dalam novel Harimau! Harimau! Untuk memudahkan pemahaman dan pencatatan terhadap kedua permasalahan tersebut , dirumuskan secara singkat pertama, permasalahan tentang kepemimpinan. Kedua, permasalahan tentang  perkawinan.

 Pembahasan Hasil PenelitianPermasalahan Tentang Kepemimpinan

Permasalahan tentang kepemimpinan yang merupakan penggambaran  obsesi Mochtar Lubis dalam novel Harimau! Harimau! Yaitu, lemahnya tugas kepemimpinan dalam kelompok. Pemimpin tidak mampu mengatur serta membina hubungan yang lebih baik dengan para anggota atau bawahannya. Begitu pula, dia tidak mampu melindungi anggota kelompoknya dari serangan lawan. Dia hanya mementingkan keselamatan dan kepentingan diri sendiri.

Adapun yang menjadi penyebab terjadinya permasalahan demikian yaitu pemimpin bersifat lemah dan pura-pura. Kehebatan pemimpin hanya di mulut saja. Mulanya, memang dia dianggap sebagai pemimpin yang hebat dan berwibawa. Tetapi ketika dia dengan kelompoknya berada dalam suatu bahaya, dia tidak mampu menampakkan semuanya itu, sehingga anggota kelompok tidak hormat dan percaya lagi pada dirinya. Anggota kelompok berbalik menentang pemimpinnya.

Dalam novel Harimau! Harimau! ini yang menggambarkan permasalahan tentang kepemimpinan terlihat dari permasalahan yang dialami tokoh yang tergabung dalam kelompok pencari damar, yaitu pemimpim Wak Katok  dengan para bawahan atau anggota kelompoknya, Pak Haji Rahmad, Pak Balam, Sutan, Sanip, Talib, dan Buyung.

Wak Katok merupakan orang yang diangkat sebagai pemimpin oleh kelompoknya, kelompok pencari damar. Awalnya, dia diangkat sebagai pemimpin yang sangat dikagumi. Di kampungnya, dia juga menjadi pemimpin. Disamping itu, dia juga seorrang guru pencak, ahli sihir, dan dukun besar. Karena itu, seluruh anggota rombongan pencari damar dan seluruh masyarakat segan dan hormat kepadanya.

Tetapi ketika rombongan itu mencari damar dan berburu di suatu hutan, mereka bertemu dengan seekor harimau yang sedang lapar mengejarnya. Ternyata Wak Katok tidak dapat mengusir harimau dan melindungi anggota kelompok dari bahayanya. Bahkan dia hanya mencari perlindungan untuk dirinya sendiri dan membiarkan saja anggota kelompoknya diancam harimau. Ia tidak dapat menunjukkan kewibawaan dan ketegasannya sebagai pemimpin yang memiliki ilmu sihir, ilmu silat, dan dukun besar yang disegani.

Setelah anggota rombongan menyaksikan sikap pemimpinnya yang demikian, mereka menyadari bahwa yang dianggapnya selama ini salah sama sekali. Wak Katok bukanlah pemimpin yang gagah dan berani tetapi  lagaknya sajalah yang demikian.

Kemampuan seorang pemimpin membawahi bawahannya sangat tergantung kepada kewibawaannya. Yang paling menentukan untuk tegaknya kewibawaan yaitu sikap dan kebijaksanaan yang dimilikinya. Pemimpin yang berwibawa tentulah senantiasa mampu melindungi dan menyelamatkan anggotanya dari segala macam bahaya. Bila perlu dialah yang lebih dulu turun untuk mengatasinya. Tetapi hal itulah yang tidak dimiliki oleh Wak Katok. Tidak salah jika para bawahannya tidak simpati dan percaya lagi pada kepemimpinannya atau berbalik menentangnya.

Bila keadaannya telah seperti demikian, tentu hubungan antara pimpinan dan bawahan berubah menjadi hubungan lawan dengan lawan serta jatuh- menjatuhkan. Akibatnya tujuan kelompok semula yang  telah direncanakan bersama-sama gagal mencapai tujuan. Begitulah yang terjadi antara pemimpin Wak Katok dengan para anggota bawahannya. Mereka terlibat dalam suatu perkelahian yang membawa pembunuhan. Itulah akhir dari permasalahan tentang kepemimpinan dalam novel Harimau! Harimau! Pemimpin yang lemah atau pura-pura tidak akan berhasil memimpin kelompoknya.

 Permasalahan Tentang Perkawinan

Permasalahan tentang perkawinan yang merupakan penggambaran obsesi Mochtar Lubis dalam novel Harimau! Harimau! yaitu tidak adanya kebahagiaan dalam perkawinan. Perkawinan diartikan sebagai sesuatu yang tidak perlu dikaitkan dengan dasar-dasar, nilai-nilai, dan norma-norma tertentu. Ia boleh saja dibentuk atau ditiadakan sekiranya kedua pasangan berkeinginan untuk itu. Jadi kehadiran lembaga perkawinan tidak ada artinya, tidak perlu adanya. Calon suami dan calon istri boleh saja membentuk suatu ikatan perkawinan jika mereka berdua berkeinginan untuk itu. Begitu pula terhadap pasangan suami istri, mereka boleh memutuskan ikatan perkawinannya jika mereka tidak bersesuaian lagi tanpa melalui suatu tatanan nilai-nilai atau norma-norma tertentu.

            Latar belakang atau penyebab tidak adanya kebahagiaan dalam perkawinan karena suami sudah tua dan “lemah”, suami sibuk dan lama berada di luar rumah dan keterbatasan perekonomian suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga.

            Akibat dari tidak adanya kebahagiaan dalam perkawinan dapat menimbulkan berbagai macam fenomena sosial. Baik yang berasal dari dalam diri, rumah tangga, maupun masyarakat. Dari dalam diri, seperti terjadinya berbagai macam gejala kejiwaan; berupa rasa benci, dendam, stress, dan sebagainya.Dari dalam rumah tangga, berupa pertengkaran, penyelewengan, dan sebagainya. Dari dalam masyarakat, lebih banyak lagi, di samping terbawa yang datang dari dalam diri dan rumah tangga, ditambah dengan sikap mengasingkan diri, meracuni diri, pemberontakan, dan sebagainya.

            Dari sekian banyaknya permasalahan tentang tidak adanya kebahagiaan dalam perkawinan, yang merupakan bagian akibat permasalahan dari obsesi Mochtar Lubis dalam novel Harimau! Harimau! yaitu timbulnya kebencian dan penyelewengan istri terhadap suami.

            Untuk memperjelas dan membuktikan tentang permasalahan perkawinan yang merupakan obsesi Mochtar Lubis dalam novel Harimau! Harimau! yaitu tidak adanya kebahagiaan dalam perkawinan. Perkawinan yang tidak menjanjikan kebahagiaan, malah kadang-kadang sebaliknya. Besar dan kecilnya kebahagiaan dalam suatu perkawinan tergantung dari dasar, tujuan, dan proses pelaksanaan. Jika diwudkan dengan latar belakang yang tegas, tujuan yang jelas, serta dengan proses yang mendalam maka semakin besarlah nilai dan arti kebahagiaan. Tetapi, jika sebaliknya maka semakin kecillah nilai dan arti kebahagiaan. Penyebab terjadinya permasalahan tentang tidak adanya kebahagiaan dalam perkawinan dalam novel Harimau! Harimau! yaitu tidak jelasnya dasar dan tujuan perkawinan yang sesungguhnya. Perkawinan bukanlah merupakan manifestasi dari kerelaan dan rasa saling membutuhkan tetapi dilatarbelakangi oleh keterpaksaan.

            Jika suatu perkawinan seperti demikian, sesudahnya banyaklah hal-hal yang dapat meruntuhkan kebahagiaan, yang pada mulanya tidaklah dapat dianggap sebagai penyebabnya. Yang termasuk pada kategori ini seperti usia. Faktor inilah yang menjadi penyebab kedua terjadinya permasalahan perkawinan dalam novel Harimau! Harimau! Suami sudah tua sehingga istri bosan dan benci pada tingkah dan perangainya. Sehingga puncak dari keadaan itu, akhirnya timbullah penyelewengan yang dilakukan oleh istri.

            Adapun tokoh cerita yang mendukung permasalahan ini, yaitu Siti Rubyah dengan Wak Hitam. Kedua tokoh ini tidak berbahagia dalam perkawinannya, terutama bagi Rubyah. Akibat dari perkawinan yang tidak membawa kebahagiaan, akhirnya menimbulkan sifat ketidaksetiaan pada diri Siti Rubyah. Dia tidak lagi menjadikan suaminya sebagai tempat untuk mencurahkan segala kasih sayangnya.

Karena Rubyah tidak mendapatkan layanan sebagai seorang istri dari Wak Hitam, suaminya maka timbullah di dalam dirinya usaha untuk mendapatkan hal itu dari Buyung dan Wak Katok yang singgah di ladangnya. Begitulah akhir dari permasalahan tentang perkawinan yang dialami oleh Wak Hitam dan Siti Rubyah.

 Simpulan dan Saran

Penelitian ini merupakan salah satu wujud dari kegiatan apresiasi dan kritik sastra yang menghubungkan sastra dengan psikologi pengarangnya. Hasil analisisnya menggambarkan obsesi Mochtar Lubis tentang permasalahan kepemimpinan dan perkawinan. Kedua permasalahan tersebut sangat berpengaruh terhadap penciptaan novel Harimau! Harimau!

            Hasil pembahasannya menunjukkan bahwa novel tersebut sangat baik untuk dibaca karena banyak sekali mengungkapkan permasalahan kejiwaan manusia perorangan, masyarakat, dan lingkungan zamannya. Kemudian banyak pula pengalaman dan pelajaran menarik yang dapat diambil manfaatnya.

Tindak lanjut dari penelitian ini, peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut: pertama, kepada penelaah sastra disarankan untuk mengkaji lebih mendalam tentang adanya nilai-nilai lain yang tersirat dalam novel Harimau! Harimaau! karya  Mochtar Lubis. Kedua, kepada peneiltii selanjutnya disarankan untuk meneliti aspek psikologi lainnya yang terdapat dalam kumpulan karya sastra Mochtar Lubis, agar informasi tentang aspek-aspek psikologi yang terdapat pada karya sastra pengarang yang dimaksud dapat dikenali secara  lengkap. Ketiga, juga kepada peneliti sastra selanjutnya disarankan untuk melanjutkan penelitian ini dengan menggunakan pendekatan ekspresif, yaitu dengan meneliti biografi pengarang, kemudian dihubungkan dengan sejauh mana hal tersebut tercermin dalam karya sastranya. Dengan demikian, akan ditemukan tentang pengaruh nilai-nilai yang dianut pengarang di dalam karya sastranya.

Daftar Kepustakaan

Lubis, Mochtar.1977. Harimau! Harimau! Jakarta: Pustaka Jaya.

Muhardi. (1984). Homo Humanus. Padang: Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra

Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. IKIP Padang.

_____. (1985). Psikoanalisis. Padang: Jurusan Sastra. Fakultas Sastra. Universitas

Andalas Padang.

_____. dan Hasanudin WS. 1990. Prosedur Analisis Fiksi. Padang: Jurusan 

             Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. IKIP

             Padang.

           ErzuhediUniversitas Negeri Padang2006


[1] Artikel ilmiah ini dibuat berdasarkan tesis yang ditulis Erzuhedi dengan judul Obsesi Mochtar Lubis dalam Novel-novelnya  (Padang: FPBS, 1992).

5 Responses to “OBSESI MOCHTAR LUBIS DALAM NOVEL HARIMAU! HARIMAU!”

  1. somet Says:

    thank u….🙂

  2. Fitri Says:

    Indikator dari obsesi sendiri apa mas? coz indikator itu buat ngukur sebuah variabel.

    mhn jawabannya..
    trims, v3
    http://duniapsikologi.dagdigdug.com/

    • erzuhedi Says:

      Pengertian obsesi dalam tulisan ini dalam konteks psikologi sastra. Jadi, bukan dalam konteks penelitian kuantitatif yang terkait dengan istilah indikator sebagai pengukur sebuah variabel. Obsesi dalam konteks ini artinya segala pikiran dan perasaan pengarang yang sering muncul dalam dirinya sehingga mempengaruhi hasil ciptaannya. Jika Neng fitri ingin lebih tahu tentang pemahaman obsesi dalam konteks penelitian sastra, silakan lihat tulisan saya yang lengkap dengan judul Obsesi Mochtar Lubis dalm Novel-novelnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: